KOTA SUKABUMI- Di balik dinding rumah yang retak dan atap yang ambruk, secercah harapan hadir di tengah keterbatasan. Siang itu, suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Warga yang terdampak bencana tak menyangka, di tengah kondisi rumah yang rusak, masih ada tangan-tangan peduli yang datang membawa perhatian dan bantuan.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi hadir langsung ke lokasi untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat musibah. Bantuan berupa hygiene kits, mi instan, dan beras diserahkan sebagai upaya meringankan beban kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Di ruang sempit dengan sisa atap yang terbuka, para relawan PMI bersama unsur kelurahan berdiri berdampingan dengan penerima manfaat. Senyum yang awalnya tertahan perlahan merekah, bercampur rasa haru dan syukur. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar paket logistik, tetapi bukti bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah.
“Kami bersyukur masih ada yang peduli dan datang langsung melihat kondisi kami,” ungkap Bapak Sukirman salah satu warga dengan mata berkaca-kaca, sambil menggenggam bantuan yang diterimanya.
Bantuan ini disalurkan kepada tiga kepala keluarga dengan total delapan jiwa yang terdampak. Dalam proses pendistribusian, PMI Kota Sukabumi turut didampingi oleh Kasi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Cikondang beserta jajaran, serta pengurus PMI Kecamatan Citamiang. Kehadiran mereka memastikan bantuan sampai secara tepat dan menyentuh langsung warga yang membutuhkan.
Di tengah reruntuhan atap dan dinding rumah yang rapuh, kepedulian menjadi pondasi paling kuat. PMI Kota Sukabumi kembali menegaskan bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya—hadir tepat waktu, membawa empati, dan menyalakan kembali harapan bagi mereka yang terdampak bencana.




