WhatsApp Image 2026 01 31 At 12.05.41

Wakil Wali Kota Sukabumi: PMI Kecamatan Garda Terdepan Hadapi Tantangan Kebencanaan

KOTA SUKABUMI — Tantangan kebencanaan yang dihadapi saat ini dinilai semakin kompleks dan cenderung meningkat. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan yang lebih kuat, khususnya di tingkat wilayah. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat menghadiri Pelantikan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan se-Kota Sukabumi, yang digelar pada Jumat, 30 Januari 2026 bertempat di Gedung Widaria Kencana (GWK) Jalur Lingkar Selatan.

Dalam sambutannya, Bobby Maulana menegaskan bahwa perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta meningkatnya kerentanan wilayah menjadikan risiko bencana tidak bisa dipandang ringan. Oleh karena itu, PMI Kecamatan sebagai garda terdepan di masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan kecepatan respon dalam menghadapi potensi bencana.

“Tantangan kebencanaan saat ini semakin kompleks dan meningkat. PMI Kecamatan harus siap siaga dan mampu merespons setiap kejadian secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, karena berada paling dekat dengan masyarakat,” ujar Bobby Maulana

Ia menambahkan bahwa peran PMI tidak hanya terbatas pada saat bencana terjadi, tetapi juga mencakup mitigasi, edukasi kebencanaan, serta penguatan ketangguhan masyarakat, sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, menegaskan bahwa PMI Kecamatan memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem pelayanan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

“PMI Kecamatan adalah garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat. Pengurus di tingkat kecamatan memahami karakter wilayah masing-masing dan menjadi ujung tombak dalam kegiatan kesiapsiagaan, respon cepat, serta pemulihan pascabencana,” kata Suranto.

Suranto menekankan bahwa seluruh pengurus PMI, di setiap tingkatan, wajib menjunjung tinggi Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan, sebagai pedoman utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Prinsip-prinsip tersebut harus menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian, sehingga PMI tetap dipercaya dan hadir sebagai organisasi kemanusiaan yang netral dan profesional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suranto juga menyampaikan apresiasi kepada para Camat selaku Pelindung PMI Kecamatan atas dukungan dan sinergi yang selama ini terjalin dengan baik.

“Dukungan pemerintah kecamatan sangat menentukan keberhasilan PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah. Sinergi ini perlu terus diperkuat demi pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pengurus PMI Kecamatan yang baru dilantik dapat bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan semangat gotong royong, demi terwujudnya pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan bermartabat bagi masyarakat Kota Sukabumi.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Suranto menambahkan bahwa PMI Kota Sukabumi tidak hanya berperan di wilayah sendiri, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan lintas daerah.

“Saat ini PMI Kota Sukabumi telah mengirimkan relawan-relawan terlatih untuk bertugas di lokasi bencana di Aceh Tamiang, serta turut membantu proses evakuasi korban longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebagai bagian dari respon kemanusiaan nasional,” pungkasnya.

Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kota Sukabumi ini diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi di tingkat wilayah, sekaligus memperkokoh kesiapsiagaan dan respon kemanusiaan PMI dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Sukabumi.

Wakil Wali Kota Sukabumi: PMI Kecamatan Garda Terdepan Hadapi Tantangan Kebencanaan

KOTA SUKABUMI — Tantangan kebencanaan yang dihadapi saat ini dinilai semakin kompleks dan cenderung meningkat. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan yang lebih kuat, khususnya di tingkat wilayah. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat menghadiri Pelantikan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan se-Kota Sukabumi, yang digelar pada Jumat, 30 Januari 2026 bertempat di Gedung Widaria Kencana (GWK) Jalur Lingkar Selatan.

Dalam sambutannya, Bobby Maulana menegaskan bahwa perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta meningkatnya kerentanan wilayah menjadikan risiko bencana tidak bisa dipandang ringan. Oleh karena itu, PMI Kecamatan sebagai garda terdepan di masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan kecepatan respon dalam menghadapi potensi bencana.

“Tantangan kebencanaan saat ini semakin kompleks dan meningkat. PMI Kecamatan harus siap siaga dan mampu merespons setiap kejadian secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, karena berada paling dekat dengan masyarakat,” ujar Bobby Maulana

Ia menambahkan bahwa peran PMI tidak hanya terbatas pada saat bencana terjadi, tetapi juga mencakup mitigasi, edukasi kebencanaan, serta penguatan ketangguhan masyarakat, sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, menegaskan bahwa PMI Kecamatan memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem pelayanan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

“PMI Kecamatan adalah garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat. Pengurus di tingkat kecamatan memahami karakter wilayah masing-masing dan menjadi ujung tombak dalam kegiatan kesiapsiagaan, respon cepat, serta pemulihan pascabencana,” kata Suranto.

Suranto menekankan bahwa seluruh pengurus PMI, di setiap tingkatan, wajib menjunjung tinggi Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan, sebagai pedoman utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Prinsip-prinsip tersebut harus menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian, sehingga PMI tetap dipercaya dan hadir sebagai organisasi kemanusiaan yang netral dan profesional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suranto juga menyampaikan apresiasi kepada para Camat selaku Pelindung PMI Kecamatan atas dukungan dan sinergi yang selama ini terjalin dengan baik.

“Dukungan pemerintah kecamatan sangat menentukan keberhasilan PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah. Sinergi ini perlu terus diperkuat demi pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pengurus PMI Kecamatan yang baru dilantik dapat bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan semangat gotong royong, demi terwujudnya pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan bermartabat bagi masyarakat Kota Sukabumi.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Suranto menambahkan bahwa PMI Kota Sukabumi tidak hanya berperan di wilayah sendiri, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan lintas daerah.

“Saat ini PMI Kota Sukabumi telah mengirimkan relawan-relawan terlatih untuk bertugas di lokasi bencana di Aceh Tamiang, serta turut membantu proses evakuasi korban longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebagai bagian dari respon kemanusiaan nasional,” pungkasnya.

Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kota Sukabumi ini diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi di tingkat wilayah, sekaligus memperkokoh kesiapsiagaan dan respon kemanusiaan PMI dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Sukabumi.

LOGIN

Scroll to Top