WhatsApp Image 2025 09 03 At 17.28.54

UTD PMI Kota Sukabumi Gelar Lokakarya, Sinergitas Pelayanan Darah yang Aman dan Berkualitas

KOTA SUKABUMI- Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Sukabumi menggelar lokakarya bertema “Sinergitas Pelayanan Darah yang Aman dan Berkualitas” di Laska Hotel Sukabumi, Rabu (3/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan peserta dari sejumlah rumah sakit, kepala bank darah rumah sakit, klinik serta mitra strategis dalam pelayanan darah.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala UDD Pusat PMI sebagai Narasumber dalam kegiatan ini. Turut hadir juga jajaran Pengurus PMI Kota Sukabumi, Staf UTD dan Markas PMI Kota Sukabumi.

Ketua PMI Kota Sukabumi, H. Suranto Sumowiryo, menegaskan pentingnya membangun jejaring kuat dalam pelayanan darah saat ini. “PMI tidak bisa berjalan sendiri. Pelayanan darah yang aman dan berkualitas membutuhkan dukungan penuh dari rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Karena itu, sinergi antara PMI dan rumah sakit harus semakin kuat agar kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Suranto Menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh mitra rumah sakit yang sudah bekerjasama selama ini, semoga kerjasama yang selama ini sudah terjalin mudah-mudahan semakin erat dan terus berlanjut dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien yang menerima transfusi darah melalui UTD PMI Kota Sukabumi.

Sementara itu Kepala UTD PMI Kota Sukabumi, dr. Trully Noviarti, menyampaikan bahwa darah adalah kebutuhan vital dalam pelayanan kesehatan. “Ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan tepat waktu sering kali menentukan keselamatan nyawa pasien. Namun pelayanan darah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi yang baik antara UTD sebagai penyedia dengan rumah sakit sebagai pengguna layanan. Atas dasar itu kami menginisiasi lokakarya ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Trully menjelaskan bahwa lokakarya ini juga menjadi ajang evaluasi pelayanan darah selama ini, mencakup distribusi darah, kendala teknis maupun operasional, peningkatan mutu dan keamanan, hingga perbaikan sistem komunikasi dan koordinasi.

“Melalui evaluasi ini, kita harapkan muncul solusi konkret untuk memperbaiki pelayanan ke depan. UTD berkomitmen meningkatkan kapasitas stok darah, manajemen distribusi, dan kualitas layanan. Namun keberhasilan pelayanan darah tetap ditentukan oleh sinergi dengan pihak rumah sakit,” tambahnya.

Selain itu, ia menegaskan kembali peran UTD dalam pembinaan rumah sakit sesuai Permenkes No. 83 Tahun 2014. “Keselamatan pasien adalah prioritas kita bersama. Karena itu, mari kita jaga komitmen agar setiap tetes darah benar-benar membawa manfaat, bukan risiko,” Terang dr. Trully.

Trully mengatakan, Kegiatan lokakarya ini juga mendapat dukungan dari PT Transblood Indonesia sebagai sponsor utama. PMI Kota Sukabumi berharap melalui kegiatan ini, jejaring pelayanan darah di wilayah Sukabumi semakin solid untuk menjamin ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan tepat waktu bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala UDD PMI Pusat, dr. Robby Nur Aditya, M.Si., menyampaikan terkait kebijakan Pemerintah dan PMI terkait pelayanan darah oleh Bank darah Rumah Sakit (BDRS). Hal ini merupakan bagian penting dari sistem kesehatan nasional yang tidak bisa dipisahkan dari kebijakan pemerintah.

“Pentingnya pelayanan darah yang aman dan berkualitas sudah sangat jelas, dan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) memegang peran strategis dalam sistem kesehatan nasional. Dasar hukumnya sudah kuat, mulai dari UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, PP No. 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, hingga Permenkes No. 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah. Semua regulasi ini menegaskan bahwa BDRS wajib menjalankan fungsi pelayanan darah sesuai standar,” jelasnya.

Menurut dr. Robby, BDRS memiliki fungsi utama menyediakan dan menyimpan darah sesuai kebutuhan rumah sakit, melaksanakan uji saring serta uji silang serasi, menjamin mutu dan keamanan darah, hingga mendukung pelayanan medis 24 jam.

“PMI bersama pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan untuk mendukung hal ini, termasuk kerja sama penyediaan darah dengan rumah sakit, penetapan tarif Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) sesuai Kepmenkes, serta penyelenggaraan sosialisasi dan pelatihan petugas BDRS secara berkelanjutan,” paparnya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. PMI bersama Kemenkes rutin menyelenggarakan pelatihan teknisi dan analis BDRS, mendorong sertifikasi serta peningkatan kompetensi SDM, dan memperkuat dukungan sistem digital seperti SIMDONDAR untuk mempercepat manajemen data darah.

“Tentu kita menghadapi berbagai tantangan, mulai dari distribusi darah, keterbatasan SDM, menjaga mutu, hingga kepatuhan regulasi. Namun di balik itu, ada peluang besar melalui digitalisasi, peningkatan standar pelayanan, serta penguatan kolaborasi dengan rumah sakit dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis pelayanan darah di Indonesia bisa semakin bermutu dan tepat sasaran,” tegas dr. Robby.

Di akhir kegiatan, dilaksanakan sesi diskusi dan tanya jawab dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala UDD PMI Pusat, dr Robby Nur Aditya, Haidir Nafis, Manajer Mutu UTD PMI Kota Sukabumi, serta perwakilan dari PT Transblood Indonesia yang diwakili oleh Andri Rausin. Sesi ini menjadi forum interaktif untuk berbagi pengalaman, memperdalam pemahaman, sekaligus merumuskan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan darah di Kota Sukabumi.

UTD PMI Kota Sukabumi Gelar Lokakarya, Sinergitas Pelayanan Darah yang Aman dan Berkualitas

KOTA SUKABUMI- Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Sukabumi menggelar lokakarya bertema “Sinergitas Pelayanan Darah yang Aman dan Berkualitas” di Laska Hotel Sukabumi, Rabu (3/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan peserta dari sejumlah rumah sakit, kepala bank darah rumah sakit, klinik serta mitra strategis dalam pelayanan darah.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala UDD Pusat PMI sebagai Narasumber dalam kegiatan ini. Turut hadir juga jajaran Pengurus PMI Kota Sukabumi, Staf UTD dan Markas PMI Kota Sukabumi.

Ketua PMI Kota Sukabumi, H. Suranto Sumowiryo, menegaskan pentingnya membangun jejaring kuat dalam pelayanan darah saat ini. “PMI tidak bisa berjalan sendiri. Pelayanan darah yang aman dan berkualitas membutuhkan dukungan penuh dari rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Karena itu, sinergi antara PMI dan rumah sakit harus semakin kuat agar kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Suranto Menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh mitra rumah sakit yang sudah bekerjasama selama ini, semoga kerjasama yang selama ini sudah terjalin mudah-mudahan semakin erat dan terus berlanjut dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien yang menerima transfusi darah melalui UTD PMI Kota Sukabumi.

Sementara itu Kepala UTD PMI Kota Sukabumi, dr. Trully Noviarti, menyampaikan bahwa darah adalah kebutuhan vital dalam pelayanan kesehatan. “Ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan tepat waktu sering kali menentukan keselamatan nyawa pasien. Namun pelayanan darah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi yang baik antara UTD sebagai penyedia dengan rumah sakit sebagai pengguna layanan. Atas dasar itu kami menginisiasi lokakarya ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Trully menjelaskan bahwa lokakarya ini juga menjadi ajang evaluasi pelayanan darah selama ini, mencakup distribusi darah, kendala teknis maupun operasional, peningkatan mutu dan keamanan, hingga perbaikan sistem komunikasi dan koordinasi.

“Melalui evaluasi ini, kita harapkan muncul solusi konkret untuk memperbaiki pelayanan ke depan. UTD berkomitmen meningkatkan kapasitas stok darah, manajemen distribusi, dan kualitas layanan. Namun keberhasilan pelayanan darah tetap ditentukan oleh sinergi dengan pihak rumah sakit,” tambahnya.

Selain itu, ia menegaskan kembali peran UTD dalam pembinaan rumah sakit sesuai Permenkes No. 83 Tahun 2014. “Keselamatan pasien adalah prioritas kita bersama. Karena itu, mari kita jaga komitmen agar setiap tetes darah benar-benar membawa manfaat, bukan risiko,” Terang dr. Trully.

Trully mengatakan, Kegiatan lokakarya ini juga mendapat dukungan dari PT Transblood Indonesia sebagai sponsor utama. PMI Kota Sukabumi berharap melalui kegiatan ini, jejaring pelayanan darah di wilayah Sukabumi semakin solid untuk menjamin ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan tepat waktu bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala UDD PMI Pusat, dr. Robby Nur Aditya, M.Si., menyampaikan terkait kebijakan Pemerintah dan PMI terkait pelayanan darah oleh Bank darah Rumah Sakit (BDRS). Hal ini merupakan bagian penting dari sistem kesehatan nasional yang tidak bisa dipisahkan dari kebijakan pemerintah.

“Pentingnya pelayanan darah yang aman dan berkualitas sudah sangat jelas, dan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) memegang peran strategis dalam sistem kesehatan nasional. Dasar hukumnya sudah kuat, mulai dari UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, PP No. 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, hingga Permenkes No. 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah. Semua regulasi ini menegaskan bahwa BDRS wajib menjalankan fungsi pelayanan darah sesuai standar,” jelasnya.

Menurut dr. Robby, BDRS memiliki fungsi utama menyediakan dan menyimpan darah sesuai kebutuhan rumah sakit, melaksanakan uji saring serta uji silang serasi, menjamin mutu dan keamanan darah, hingga mendukung pelayanan medis 24 jam.

“PMI bersama pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan untuk mendukung hal ini, termasuk kerja sama penyediaan darah dengan rumah sakit, penetapan tarif Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) sesuai Kepmenkes, serta penyelenggaraan sosialisasi dan pelatihan petugas BDRS secara berkelanjutan,” paparnya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. PMI bersama Kemenkes rutin menyelenggarakan pelatihan teknisi dan analis BDRS, mendorong sertifikasi serta peningkatan kompetensi SDM, dan memperkuat dukungan sistem digital seperti SIMDONDAR untuk mempercepat manajemen data darah.

“Tentu kita menghadapi berbagai tantangan, mulai dari distribusi darah, keterbatasan SDM, menjaga mutu, hingga kepatuhan regulasi. Namun di balik itu, ada peluang besar melalui digitalisasi, peningkatan standar pelayanan, serta penguatan kolaborasi dengan rumah sakit dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis pelayanan darah di Indonesia bisa semakin bermutu dan tepat sasaran,” tegas dr. Robby.

Di akhir kegiatan, dilaksanakan sesi diskusi dan tanya jawab dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala UDD PMI Pusat, dr Robby Nur Aditya, Haidir Nafis, Manajer Mutu UTD PMI Kota Sukabumi, serta perwakilan dari PT Transblood Indonesia yang diwakili oleh Andri Rausin. Sesi ini menjadi forum interaktif untuk berbagi pengalaman, memperdalam pemahaman, sekaligus merumuskan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan darah di Kota Sukabumi.

LOGIN

Scroll to Top